Sabtu, 02 November 2019

BAB II DATA STATISTIK

A. PENGERTIAN DATA
           Data adalah bentuk jamak dari datum. Data merupakan keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat berupa sesuatu yang diketahui atau dianggap. Jadi, data dapat diartikan sebagai sesuatu yang diketahui atau dianggap atau anggapan.

B. PENGUMPULAN DATA
           Pengumpulan data dimaksudkan sebagai pencatatan peristiwa atau karakteristik dari sebagian atau seluruh elemen populasi.
           Pengumpulan data dapat dibedakan atas beberapa jenis berdasarkan karakteristiknya, yaitu:
 1) berdasarkan jenis cara pengumpulannya;
 2) berdasarkan banyaknya data yang diambil.

1. Berdasarkan Jenis Cara Pengumpulannya
           Ada beberapa cara pengumpulan data, yaitu sebagai berikut:
a. Pengamatan (observasi)
           Pengamatan atau observasi adalah cara pengumpulan data dengan terjun dan melihat langsung ke lapangan (laboratorium), terhadap objek yang diteliti (populasi). Pengamatan disebut juga penelitian lapangan.
b. Penelusuran Literatur
           Penelusuran literatur adalah cara pengumpulan data dengan menggunakan sebagian atau seluruh data yang telah ada atau laporan data dari penelitian sebelumnya. Penelusuran literatur disebut juga pengamatan tidak langsung.
c. Penggunaan Kuesioner (angket)
           Penggunaan kuesioner adalah cara pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan (angket) atau daftar isian terhadap objek yang diteliti (populasi).
d. Wawancara (interview)
           Wawancara adalah cara pengumpulan data dengan langsung mengadakan tanya jawab kepada objek yang diteliti atau kepada perantara yang mengetahui persoalan dari objek yang sedang diteliti.

2. Berdasarkan Banyaknya Daya yang Diambil
           Dikenal dua cara pengumpulan data, yaitu sensus dan sampling:
a. Sensus
           Sensus adalah cara pengumpulan data dengan mengambil elemen atau anggota populasi secara keseluruhan untuk diselidiki. Data yang diperoleh dari hasil sensus disebut parameter atau data yang sebenarnya (true value).
Contoh:
1) Sensus penduduk Indonesia tahun 1990, memberikan data sebenarnya mengenai penduduk Indonesia.
2) Sensus pertanian. 
3) Sensus pegawai negeri tahun 1973.

b. Sampling
           Sampling adalah cara pengumpulan data dengan mengambil sebagian dari elemen atau anggota populasi untuk diselidiki. Data yang diperoleh dari samping disebut statistic (tanpa s) atau data perkiraan (estimate value).
           Sampling dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut:
1) cara acak
           Cara pemilihan sampel dikatakan acak apabila setiap elemen atau anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih. Cara itu bersifat objektif dan sampainya disebut probability sampling.
2) cara tidak acak
           Cara pemilihan sampel dikatakan tidak acak apabila setiap elemen populasi tidak memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih. Cara itu bersifat subjektif dan sampelnya disebut non-probability sampling.

C. PENGOLAHAN DATA
           Data mentah yang telah dikumpulkan kemudian diolah. Pengolahan data dimaksudkan sebagai suatu proses untuk memperoleh data ringkasan dari data mentah dengan menggunakan cara atau rumus tertentu. Data ringkas yang diperoleh dari pengolahan data yaitu dapat berupa jumlah (total), rata-rata (average), presentasi (presentage),  dan sebagainya.
Contoh:
           Data mentah, misalnya modal sebuah perusahaan, didalamnya bergabung tujuh orang (X) dengan modal masing-masing:
















D. PENYAJIAN DATA
           Penyajian data memiliki fungsi antara lain:
 1) menunjukkan perkembangan suatu keadaan.
2) mengadakan perbandingan pada suatu waktu.
           Penyajian data dapat dilakukan melalui tabel dan grafik.

1. Tabel Data
           Tabel data, disingkat tabel adalah penyajian data dalam bentuk kumpulan angka yang disusun menurut kategori-kategori tertentu, dalam suatu daftar. Dalam tabel, data disusun dengan cara alfabetis, geografis, menurut besarnya angka, historis, atau menurut kelas-kelas yang lazim.
           Sebuah tabel memuat bagian-bagian berikut:
1) Kepala tabel
           Kepala tabel memuat:
a. nomor tabel,
b. judul tabel (mungkin termasuk tahun dan/atau unit)
 2) Leher tabel
           Leher tabel memuat Keterangan atau judul kolom (mungkin termasuk unit) yang harus ditulis singkat dan jelas.
 3) Badan tabel 
           Badan tabel memuat data (mungkin termasuk tahun).
4) Kaki tabel
           Kaki tabel memuat:
      a. keterangan keterangan tambahan,
      b. sumber data, yaitu sumber yang menjelaskan dari mana data itu dikutip atau diambil.





















           Dalam penyusunan tabel, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut:

  1. satu judul tabel dibuat singkat dan jelas. Bila perlu diberikan keterangan yang dicantumkan di kaki tabel.
  2. Judul atau kepala kolom dibuat ringkas. Jika ada penjumlahan data dalam baris, dimuat pada kolom terakhir. Apabila jumlah kolom banyak, dapat diberi nomor. Pencantuman unit ukuran tidak boleh dilupakan.
  3. Jika dianggap perlu, data dapat dikelompokkan di kelompok-kelompokkan. Kelompo data yang akan dibandingkan, diletakkan berdekatan. Penjumlahan data dalam kolom dimuat pada baris paling bawah.
  4. Keterangan bawah (foot note) dimuat untuk memberi penjelasan mengenai judul, kepala kolom, atau angka-angka dalam tabel.
  5. Sumber data dicantumkan untuk mengetahui dari mana data yang bersangkutan diperoleh dan jika perlu dapat diadakan pengecekan dari sumber aslinya. Data untuk bidang tertentu dapat diperoleh dari Biro Pusat Statistik, Bank Indonesia, Departemen Keuangan.
           Didasarkan atas pengaturan datanya, tabel dapat dibedakan atas beberapa jenis, yaitu tabel frekuensi, tabel klasifikasi, tabel kontingensi, dan tabel korelasi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar